Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
Minggu, 21 Desember 2008
JADIKAN PERJALANAN HIDUP ANDA BERSEJARAH
Anda mempunyai kesempatan dua puluh empat jam untuk menjalankan kehidupan sehari seperti belum pernah Anda jalankan-sama sekali unik dan terpisah dan berbeda dari hari-hari lain. Dipenuhi dengan potensi dan kemungkinan, Allah memberi keduapuluh empat jam itu kepada Anda untuk menginvestasikan kesempatan kekal berharga seribu tahun. Joni Earickson Tada
Menjalani kehidupan terbaik adalah impian setiap orang. Namun kelihatannya, sebagian besar manusia senang membiarkan hidupnya mengalir begitu saja. Hanya sedikit yang berani memutuskan apa yang akan terjadi di dalam kehidupan mereka. Kalaupun membuat keputusan itu pun karena adanya desakan-desakan orang-orang sekitar, dan bukan akibat kesadaran diri menanggapi seriusnya masa depan. Apalagi, jika perjalanan hidup dipenuhi pengalaman pahit, kesukaran, kegagalan bahkan kelamnya kabut harapan sehingga semuanya membuat tertutup pintu masa depan. Membuat seseorang diselimuti tebalnya keraguan dengan melepaskan diri mengharapkan alternatif. Hal-hal penting dengan segera menjadi pudar, tergantikan dengan kepuasan akibat pemenuhan terhadap standar-standar tertentu.
Menikmati Perjalanan Anda
Pemandangan lama terhadap hidup yang digerakkan ketakutan menjadi penuntun kuat dan pemandangan tersulit untuk dihilangkan. Banyak orang berusaha bertahan hidup tetapi membiarkan diri larut dalam bayang-bayang kekelaman yang mengarah pada kefasikan. Tegasnya, tidak menikmati perjalanan hidup yang sesungguhnya. Tahu Sorga tetapi tidak menikmati perjalanan ke Sorga.
Dewasa ini, berapa banyak anak-anak Tuhan, pemimpin organisasi Kristen, keluarga Kristen bahkan hamba-hamba Tuhan yang melayani umat sedang melangkah menuju perhentian mematikan akibat terpusingkan masalah hidup serta kebosanan internal yang berlangsung tanpa henti. Sehingga harapan untuk menatap masa depan yang menjanjikan dan berkekuatan menjadi tidak digubris.
Hal ini tentu mengisahkan kisah sedih dengan berbagai pertanyaan serta kecaman yang ditimbulkan akibat pergulatan kisah yang semakin meningkat menjadi tak terbendung lagi. Mengapa gereja menjadi lesu? Orang Percaya menjadi tidak antusias? Keluarga menjadi tidak bahagia dan harapan menjadi mati? Mati mata pencaharianku, mati masa depanku!
Terganggu dalam Perjalanan
Ketakutan mereka dinilai sebagai kewajaran karena umum dilakukan sebagian manusia. Kualitas terbaik dari hidup yang dijalani tidak tertampil dengan baik, terkalahkan besarnya keraguan hidup. Sehingga keengganan terlihat lebih tebal dibanding keseriusan dalam berkarya. Ketidakaktifan menonjol dibanding kemauan kuat menghasilkan manfaat bagi sesama.
Parahnya lagi, mereka membiarkan diri tercebur dalam keruhnya kubangan masalah sehingga berakhir tanpa jalan keluar, memilih menjalani kehidupan dengan keputusasaan berkepanjangan sehingga tidak bereaksi terhadap gejolak himpitan hidup, tidak menuntut terbaik dari kesempatan, digirangkan hanya dengan pencapaian rata-rata dari kemampuan mereka yang sebenarnya tidak biasa - semuanya itu menggantikan ketertarikan untuk mencapai lebih dengan kesungguhan yang tidak biasa. Sehingga pembeda sesungguhnya dari hidup menjadi tidak nampak dan berhenti menarik perhatian sekitar.
Sebagai umat Allah, kerinduan hati-Nya adalah menjadikan kita pembeda yang siap tampil bermanfaat, menjadi berkat dan menguntungkan bagi sesama. Lewat apa yang ada - terlebih hidup yang dijalani dengan baik-kita memaknainya dengan tidak melewatkan setiap kesempatan baik dan berharga yang hadir dalam perjalanan hidup kita. Karena setiap pribadi dipanggil untuk menjadi berguna dengan bermanfat bagi sesama. Mampu menghadirkan perubahan nyata pada kelambanan dari kecintaan terhadap hidup.
Sekarang, tiba saatnya melakukan sesuatu dengan hidup Anda. Termasuk masalah yang datang dalam kehidupan Anda. Daripada hanya membiarkannya dengan bekas-bekas yang ada di dalamnya, Anda dapat mengubah masalah itu menjadi peninggalan bersejarah bagi sesama. Dengan demikian Anda dapat memastikan menikmati perjalanan hidup Anda. Dan, sambil memastikan perjalanan Anda sedang tidak terganggu.
Menjalani kehidupan terbaik adalah impian setiap orang. Namun kelihatannya, sebagian besar manusia senang membiarkan hidupnya mengalir begitu saja. Hanya sedikit yang berani memutuskan apa yang akan terjadi di dalam kehidupan mereka. Kalaupun membuat keputusan itu pun karena adanya desakan-desakan orang-orang sekitar, dan bukan akibat kesadaran diri menanggapi seriusnya masa depan. Apalagi, jika perjalanan hidup dipenuhi pengalaman pahit, kesukaran, kegagalan bahkan kelamnya kabut harapan sehingga semuanya membuat tertutup pintu masa depan. Membuat seseorang diselimuti tebalnya keraguan dengan melepaskan diri mengharapkan alternatif. Hal-hal penting dengan segera menjadi pudar, tergantikan dengan kepuasan akibat pemenuhan terhadap standar-standar tertentu.
Menikmati Perjalanan Anda
Pemandangan lama terhadap hidup yang digerakkan ketakutan menjadi penuntun kuat dan pemandangan tersulit untuk dihilangkan. Banyak orang berusaha bertahan hidup tetapi membiarkan diri larut dalam bayang-bayang kekelaman yang mengarah pada kefasikan. Tegasnya, tidak menikmati perjalanan hidup yang sesungguhnya. Tahu Sorga tetapi tidak menikmati perjalanan ke Sorga.
Dewasa ini, berapa banyak anak-anak Tuhan, pemimpin organisasi Kristen, keluarga Kristen bahkan hamba-hamba Tuhan yang melayani umat sedang melangkah menuju perhentian mematikan akibat terpusingkan masalah hidup serta kebosanan internal yang berlangsung tanpa henti. Sehingga harapan untuk menatap masa depan yang menjanjikan dan berkekuatan menjadi tidak digubris.
Hal ini tentu mengisahkan kisah sedih dengan berbagai pertanyaan serta kecaman yang ditimbulkan akibat pergulatan kisah yang semakin meningkat menjadi tak terbendung lagi. Mengapa gereja menjadi lesu? Orang Percaya menjadi tidak antusias? Keluarga menjadi tidak bahagia dan harapan menjadi mati? Mati mata pencaharianku, mati masa depanku!
Terganggu dalam Perjalanan
Ketakutan mereka dinilai sebagai kewajaran karena umum dilakukan sebagian manusia. Kualitas terbaik dari hidup yang dijalani tidak tertampil dengan baik, terkalahkan besarnya keraguan hidup. Sehingga keengganan terlihat lebih tebal dibanding keseriusan dalam berkarya. Ketidakaktifan menonjol dibanding kemauan kuat menghasilkan manfaat bagi sesama.
Parahnya lagi, mereka membiarkan diri tercebur dalam keruhnya kubangan masalah sehingga berakhir tanpa jalan keluar, memilih menjalani kehidupan dengan keputusasaan berkepanjangan sehingga tidak bereaksi terhadap gejolak himpitan hidup, tidak menuntut terbaik dari kesempatan, digirangkan hanya dengan pencapaian rata-rata dari kemampuan mereka yang sebenarnya tidak biasa - semuanya itu menggantikan ketertarikan untuk mencapai lebih dengan kesungguhan yang tidak biasa. Sehingga pembeda sesungguhnya dari hidup menjadi tidak nampak dan berhenti menarik perhatian sekitar.
Sebagai umat Allah, kerinduan hati-Nya adalah menjadikan kita pembeda yang siap tampil bermanfaat, menjadi berkat dan menguntungkan bagi sesama. Lewat apa yang ada - terlebih hidup yang dijalani dengan baik-kita memaknainya dengan tidak melewatkan setiap kesempatan baik dan berharga yang hadir dalam perjalanan hidup kita. Karena setiap pribadi dipanggil untuk menjadi berguna dengan bermanfat bagi sesama. Mampu menghadirkan perubahan nyata pada kelambanan dari kecintaan terhadap hidup.
Sekarang, tiba saatnya melakukan sesuatu dengan hidup Anda. Termasuk masalah yang datang dalam kehidupan Anda. Daripada hanya membiarkannya dengan bekas-bekas yang ada di dalamnya, Anda dapat mengubah masalah itu menjadi peninggalan bersejarah bagi sesama. Dengan demikian Anda dapat memastikan menikmati perjalanan hidup Anda. Dan, sambil memastikan perjalanan Anda sedang tidak terganggu.
Label:
bersejarah,
hidup,
perjalanan,
perjalanan hidup,
terganggu
”APA YANG TERJADI HARI INI TINGGALKANLAH KENANGAN” (Sebuah Kontemplasi Terhadap Pengalaman Hidup)
Siang itu, cuaca di Kota Timika-Papua sangat panas, sementara saya membaca bahan untuk persiapan mengajar bagi Mahasiswa PAK, saya tertidur di kamar Gereja dengan pintu terbuka. Tanpa saya sadari, saat terjaga, di depan pintu kamar berdiri seorang Pria kekar hitam membawa Pisau ditangan. Seketika saya kaget, bangun dan bertanya kepada Pria itu; ada yang bisa saya bantu? Pria itu tidak menjawab dan dengan muka tidak bersahabat (mata merah) ia masuk ke kamar dan mendekat sambil berkata: HP itu kasih saya!!!
Dengan tidak menggubris, nada mengancam, ia tetap memaksa meminta HP yang saat itu tergeletak di kursi disamping tempat tidur. Akhirnya, saya mengalihkan perhatiannya, saya berusaha keluar dari kamar dan mencari bantuan untuk situasi yang terjadi. Namun, tidak ada seorang pun yang ada bisa dimintai bantuan. Situasi dan kondisi itu benar-benar membuat saya bingung dan cemas. Saya kembali ke kamar dan mendapati Pria itu keluar, membawa Pisau dibalik baju beserta HP saya. Saya terdiam duduk, dalam hati berdoa dan bertanya; apa yang terjadi hari ini, apa yang bisa saya pelajari?
Saya merelakan HP saya dan membiarkan peristiwa itu menjadi pelajaran berharga bagi saya saat itu. Dan, ternyata selang beberapa saat HP itu kembali.
Lewat peristiwa itu saya belajar bagaimana respon kita dalam menghadapi masalah sangat menentukan hasil akhir-menang atau kalahnya kita MENGUASAI KEADAAN. Saya bisa saja terpengaruh dengan keadaan untuk setuju dengan teriakan orang untuk melaporkan masalah ini ke Polisi, mengutuki atau menyumpahi Pria itu tetapi saya adalah Hamba Tuhan tugas saya adalah berdoa dan memungkinkan diri belajar dari setiap masalah yang terjadi.
Namun, berapa banyak diantara kita justru tidak bisa belajar dari setiap masalah. Apalagi menjadikan masalah hidup sebagai peninggalan bersejarah bagi orang-orang disekitar kita. Kita cenderung kalah terhadap situasi yang menekan kita. Kita tidak bisa menilai masalah yang terjadi. Hari-hari ini, mungkin kehidupan memukul kita dengan keras hingga menimbulkan teriakan penuh kesakitan bagi Anda. Mungkin ada perlakuan kasar, pengabaian, penolakan, kehilangan pekerjaan, dianogsa penyakit yang buruk, kehilangan jabatan, pernikahan diujung tanduk, jeratan hukum, tagihan hutang, ada orang yang mengambil keuntungan dari Anda. Ketika semua itu terjadi dapatkah Anda meninggalkan sejarah dari setiap masalah yang ada. Dapatkah anda mengukir sejarah dari setiap masalah. Dengan mengikuti proses, maukah anda mengubah menjadi indah masalah yang anda hadapi. Anda bisa memutuskan berbahagia dengan hidup anda. Meski, masalah datang, karena Anda tahu bagaimana mengukir sejarah dari setiap masalah.
Artikel ini saya tulis dalam waktu yang sangat singkat namun pesan dan ide yang terdapat di dalamnya merupakan pengalaman hidup yang sesungguhnya dan sedang saya tinggalkan menjadi ”kenangan bersejarah” dan bermanfaat bagi sesama. Apa yang terjadi hari ini tinggalkanlah kenangan indah bagi sesama.
Dengan tidak menggubris, nada mengancam, ia tetap memaksa meminta HP yang saat itu tergeletak di kursi disamping tempat tidur. Akhirnya, saya mengalihkan perhatiannya, saya berusaha keluar dari kamar dan mencari bantuan untuk situasi yang terjadi. Namun, tidak ada seorang pun yang ada bisa dimintai bantuan. Situasi dan kondisi itu benar-benar membuat saya bingung dan cemas. Saya kembali ke kamar dan mendapati Pria itu keluar, membawa Pisau dibalik baju beserta HP saya. Saya terdiam duduk, dalam hati berdoa dan bertanya; apa yang terjadi hari ini, apa yang bisa saya pelajari?
Saya merelakan HP saya dan membiarkan peristiwa itu menjadi pelajaran berharga bagi saya saat itu. Dan, ternyata selang beberapa saat HP itu kembali.
Lewat peristiwa itu saya belajar bagaimana respon kita dalam menghadapi masalah sangat menentukan hasil akhir-menang atau kalahnya kita MENGUASAI KEADAAN. Saya bisa saja terpengaruh dengan keadaan untuk setuju dengan teriakan orang untuk melaporkan masalah ini ke Polisi, mengutuki atau menyumpahi Pria itu tetapi saya adalah Hamba Tuhan tugas saya adalah berdoa dan memungkinkan diri belajar dari setiap masalah yang terjadi.
Namun, berapa banyak diantara kita justru tidak bisa belajar dari setiap masalah. Apalagi menjadikan masalah hidup sebagai peninggalan bersejarah bagi orang-orang disekitar kita. Kita cenderung kalah terhadap situasi yang menekan kita. Kita tidak bisa menilai masalah yang terjadi. Hari-hari ini, mungkin kehidupan memukul kita dengan keras hingga menimbulkan teriakan penuh kesakitan bagi Anda. Mungkin ada perlakuan kasar, pengabaian, penolakan, kehilangan pekerjaan, dianogsa penyakit yang buruk, kehilangan jabatan, pernikahan diujung tanduk, jeratan hukum, tagihan hutang, ada orang yang mengambil keuntungan dari Anda. Ketika semua itu terjadi dapatkah Anda meninggalkan sejarah dari setiap masalah yang ada. Dapatkah anda mengukir sejarah dari setiap masalah. Dengan mengikuti proses, maukah anda mengubah menjadi indah masalah yang anda hadapi. Anda bisa memutuskan berbahagia dengan hidup anda. Meski, masalah datang, karena Anda tahu bagaimana mengukir sejarah dari setiap masalah.
Artikel ini saya tulis dalam waktu yang sangat singkat namun pesan dan ide yang terdapat di dalamnya merupakan pengalaman hidup yang sesungguhnya dan sedang saya tinggalkan menjadi ”kenangan bersejarah” dan bermanfaat bagi sesama. Apa yang terjadi hari ini tinggalkanlah kenangan indah bagi sesama.
Label:
hidup,
indah,
kenangan,
Kontemplasi,
pengalaman,
sejarah,
timika,
tinggalkan
Langganan:
Postingan (Atom)

